KEBUMEN, Kebumenpos.com– Suasana tenang di Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, mendadak mencekam pada Rabu sore (22/04). Sebuah insiden kecelakaan tunggal melibatkan kendaraan roda tiga menghantam bangunan produksi bata atau tobong, hingga menyebabkan bagian teras bangunan tersebut ambruk seketika.
Peristiwa yang terjadi tepat di tikungan jalan ini sempat mengejutkan warga sekitar. Bunyi dentuman keras dari bangunan yang roboh memicu warga berlarian menuju lokasi untuk mengevakuasi kendaraan yang terjepit di antara reruntuhan kayu dan atap asbes.
Pemilik usaha bata, Shobirin, mengaku terkejut saat mendapati tempat usahanya sudah dalam kondisi porak-poranda. Meski tidak melihat langsung detik-detik tabrakan, ia menduga pengemudi kehilangan kendali setelah melewati jalur menikung.
“Kendaraan melaju dari arah timur. Tiba-tiba saat di tikungan, motor langsung banting setir ke kiri dan menghantam teras tobong sampai ambruk,” ungkap Shobirin.
Nyaris Memakan Korban Jiwa
Situasi sempat terasa sangat genting karena saat kejadian, terdapat dua orang pekerja yang tengah berjaga menunggu proses pembakaran bata. Beruntung, saat kendaraan roda tiga itu menerjang bangunan, kedua pekerja tersebut sedang beristirahat di titik yang aman. Keduanya dinyatakan selamat tanpa luka sedikit pun meski hanya terpaut jarak tipis dari lokasi benturan.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Merespons insiden tersebut, perangkat desa setempat segera turun tangan menuju lokasi kejadian untuk melakukan mediasi. Berdasarkan hasil musyawarah antara pemilik bangunan dan pihak terkait, disepakati proses ganti rugi secara kekeluargaan.
Pihak desa bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang ditimbulkan. Ganti rugi berupa biaya pembelian material bangunan seperti asbes, bambu, hingga upah tukang telah diselesaikan sepenuhnya.
“Alhamdulillah, masalah ganti rugi sudah selesai kemarin. Dana tersebut langsung saya belanjakan material untuk memperbaiki teras yang ambruk agar produksi bisa kembali berjalan,” tutup Shobirin.
Kini, puing-puing bangunan telah dibersihkan, dan pemilik usaha mulai melakukan perbaikan demi mengembalikan fungsi tobong bata miliknya.






