KEBUMEN, KebumenPos.com– Kasus memilukan yang menimpa seorang remaja di Gombong baru-baru ini membuka mata publik tentang bahaya nyata perdagangan orang di sekitar kita. Tak ingin kasus ini menguap begitu saja, warga kini menuntut Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk melakukan tindakan nyata di lapangan.
Masyarakat mendesak agar Satpol PP Kebumen segera menyisir seluruh hotel, penginapan, hingga tempat karaoke yang menjamur di wilayah Kebumen. Bukan sekadar razia biasa, petugas diminta memeriksa secara detail izin operasional dan bagaimana cara hotel menerima tamu.
“Kami ingin tahu, bagaimana anak di bawah umur bisa masuk dan disalahgunakan di tempat inap tanpa pengawasan? Satpol PP harus berani segel tempat yang izinnya bermasalah atau yang terbukti membiarkan praktik maksiat terjadi,” ujar salah satu warga yang prihatin.
Selain Satpol PP, Dinas Perizinan juga diminta terbuka terkait status hotel-hotel di Kebumen. Publik berharap pemerintah tidak “tutup mata” terhadap tempat hiburan atau penginapan yang melanggar aturan demi mengejar pendapatan daerah semata.
Jika terbukti ada kelalaian dari pihak manajemen hotel dalam dugaan kasus kekerasan seksual dan TPPO ini, pencabutan izin usaha dianggap sebagai langkah paling tepat untuk memberikan efek jera.
Desakan ini bertujuan agar Kebumen kembali menjadi kota yang aman bagi anak-anak dan keluarga. Masyarakat kini menunggu keberanian Bupati dan jajaran aparat penegak Perda untuk menyisir habis lokasi-lokasi yang diduga menjadi sarang eksploitasi terselubung.






