KEBUMEN, KebumenPos.com– Suasana di Aula Ki Hadjar Dewantara mendadak tegang saat Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen menggelar sosialisasi dan forum klarifikasi terbuka pada Senin (20/04/2026). Forum ini menjadi panggung pembuktian untuk menepis isu miring mengenai dugaan dana hibah fiktif yang sempat mengguncang publik.
Dihadiri oleh seluruh pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), penilik, dan awak media, Kepala Disdikpora Kebumen, Agus Sunaryo, tampil lugas meluruskan narasi yang dianggap menyudutkan instansinya tanpa dasar data yang kuat.
Fakta di Balik Tudingan Hibah Fiktif
Agus Sunaryo secara tegas mematahkan satu per satu poin pemberitaan yang beredar. Terkait tudingan adanya PKBM “hantu” karena ketidaksesuaian alamat, ia menjelaskan bahwa operasional PKBM memang bersifat dinamis.
Mobilitas Lokasi: PKBM sering berpindah tempat mengikuti konsentrasi warga belajar di lapangan, sehingga alamat kantor tidak selalu permanen namun kegiatannya nyata.
Kesaksian Pengelola: Pengelola PKBM yang sempat diberitakan negatif hadir langsung dan memaparkan bukti otentik kegiatan belajar mengajar, yang seketika membungkam narasi “fiktif” di depan forum.
Alur Dana: Agus menegaskan bahwa dana bantuan ditransfer langsung dari pusat ke rekening lembaga berdasarkan data Dapodik. “Tidak ada dana yang mampir ke dinas atau tidak tersalurkan. Fungsi kami adalah pencatatan dan pengawasan,” tegasnya.
Mendengar paparan teknis yang tak terbantahkan, penulis berita yang memicu polemik tersebut akhirnya mengakui keterbatasan informasi dan kelalaiannya dalam melakukan kroscek sebelum mempublikasikan berita.
Sumbangan Sekolah: Bukan Pungutan Liar!
Tak hanya soal hibah, Agus juga menyinggung polemik sumbangan pendidikan yang sering disalahartikan. Ia menegaskan posisi regulasi agar sekolah tidak terus-menerus diposisikan sebagai pihak yang bersalah.
“Berdasarkan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, sumbangan sukarela itu sah untuk menutupi celah Dana BOS yang belum mencukupi. Namun ingat, kami melarang keras pungutan bagi keluarga tidak mampu (Desil 1-4). Jangan benturkan sekolah dengan alasan sumbangan demi mutu pendidikan kita,” ujar Agus.
Pesan Menohok untuk Insan Pers
Menutup forum yang penuh dinamika tersebut, Agus Sunaryo memberikan pesan mendalam bagi para pencari berita di Kebumen.
“Hari ini semua sudah clear. Kami sangat terbuka dengan kritik, tapi lakukanlah kroscek mendalam. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar insan pers lebih profesional, akuntabel, dan taat pada kode etik jurnalistik. Jangan sampai ketidaktahuan regulasi melahirkan berita yang menyesatkan,” pungkasnya dengan nada tegas.






