KEBUMEN, KebumenPos.com– Kemarahan publik atas skandal pencabulan 9 anak gadis oleh oknum ustaz berinisial (M) di Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam, terus menggelinding bak bola salju. Kali ini, kecaman keras dan tajam datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kebumen.
Melalui Bidang Sosial dan Kemanusiaan, HMI menilai tindakan pelaku yang juga berstatus sebagai Pengawas Program MBG tersebut sudah sangat di luar nalar dan menginjak-injak nilai kemanusiaan, hal ini sangat bertentangan dengan landasan perjuangan kader HMI.
“Ini sudah tidak lagi berbicara sekadar salah atau benar, perbuatan ini sudah melewati batas nalar sebagai manusia! Maka dari itu, kami mengecam keras tindakan biadab tersebut dan mendesak Pemkab Kebumen untuk betul-betul memberikan pendampingan serta perlindungan maksimal terhadap para korban,” tegas Ade, Ketua Bidang Sosial dan Kemanusiaan HMI Cabang Kebumen.
Tolak Keras Jalur ‘Damai’
Lebih lanjut, HMI memberikan peringatan keras (ultimatum) kepada semua pihak agar kasus mengerikan ini tidak diselesaikan melalui jalur kekeluargaan atau ‘berakhir damai’. Fenomena penyelesaian damai pada kasus-kasus kekerasan seksual yang kerap terjadi di Kebumen menjadi sorotan tajam.
Ade meminta masyarakat dan warga setempat untuk tidak lengah dan terus mengawasi proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.
“Kami sangat mewanti-wanti agar kasus ini jangan sampai berakhir damai! Karena rekam jejak beberapa kasus serupa di Kebumen kerap kali menguap dan berakhir begitu saja. Untuk itu, kami meminta warga setempat untuk ikut mengawal ketat kasus ini agar diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Ade dengan nada geram.
Seruan Kawal Tuntas dari Ketua HMI Cabang Kebumen
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Kebumen, Nasikin, menyerukan konsolidasi gerakan massal untuk memastikan pelaku mendapat hukuman setimpal. Ia meminta seluruh elemen untuk tidak tinggal diam melihat kehormatan dan masa depan anak-anak Kebumen dirusak oleh oknum yang berlindung di balik jubah agama dan jabatan.
“Kami ingin semua pihak, baik dari Pemkab, Aparat Penegak Hukum (APH), masyarakat setempat, serta seluruh elemen mahasiswa di Kebumen untuk bersatu dan betul-betul mengawal kasus ini sampai pelaku dijebloskan ke penjara!” tutur Nasikin memungkasi.






