Jika Ingin Dana Desa di Kebumen Naik, Tuntaskan Batas Desa

- Editor

Senin, 24 November 2025 - 19:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Nasikin (Founder Anak Muda Institut Kebumen)

Kemendagri sampai detik ini terus menyuarakan batas desa. Mencermati ini, diakui ada satu kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh seluruh desa di Kabupaten Kebumen hari ini: batas desa kita baru sampai tahap TK (Titik Koordinat) kartometrik. Baru sebatas interpretasi peta. Belum pernah disentuh survei geodetik. Belum ada PBU (Pilar Batas Utama). Belum ada pilar batas permanen sesuai standar BIG dan Kemendagri. Dan tentu saja, belum bisa masuk Peta Desa Nasional BIG.

Padahal, justru pada era sekarang—ketika semua program pemerintah pusat menggunakan data geospasial sebagai dasar perencanaan—status batas desa menjadi penentu hidup-matinya peluang anggaran desa.

Apakah kita sadar betapa strategisnya hal ini?

Desa Tanpa Batas Defintif = Desa Tanpa Kepastian Anggaran

Kita sering bertanya, “Kenapa desa A dapat irigasi, desa B dapat jalan, desa C dapat embung, tapi desa saya tidak?”

Salah satu penyebab terbesarnya adalah karena: Desa yang belum memiliki batas resmi (geodetik + pilar + BIG) tidak dianggap memenuhi standar perencanaan nasional.

Dana Desa juga kini arah kebijakannya berbasis spasial. Artinya:

– Jika batas desa tidak geodetik → data kependudukan tidak akurat

– Data wilayah tidak tervalidasi → alokasi bisa turun

– Penyaluran dana bisa terlambat atau dikoreksi

– Desa kehilangan potensi ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun.

Ini bukan ancaman, ini kenyataan.

Kebumen Berpotensi Kehilangan Miliar-an Rupiah Hanya Karena Batas Desa Tidak Tuntas. Karena masih berhenti di TK, desa-desa di Kebumen kehilangan peluang:

– Prioritas pembangunan PUPR

– Program KLHK: Perhutanan Sosial, rehabilitasi lahan

– Program Bappenas: IJD, pengentasan kemiskinan

– Program BNPB: Destana, EWS

– Sertifikasi lahan BPN

– CSR, telekomunikasi, PLTS, dan investasi lainnya.

– dan lainnya

Tanpa batas desa yang sah, program-program ini tidak akan masuk. Di beberapa kabupaten lain yang tuntas PBU, nilai pembangunan yang mulai masuk bisa mencapai Rp 5–20 miliar dalam rentang beberapa tahun.

Kebumen?
Berpotensi nihil—karena kita masih berhenti di TK.

TK Bukan Batas: TK Baru “Draf” yang Perlu Dikerjakan Lagi

Harus saya sampaikan dengan jujur:
TK bukan batas. TK hanyalah peta awal berbasis kartometrik. Batas yang sah menurut Kemendagri dan BIG harus memenuhi diantaranya tiga lapisan besar:

1. Geodetik – survei lapangan dengan GNSS

2. PBU / Pilar – tanda batas permanen di lapangan

3. Integrasi BIG – masuk Peta Desa Nasional & Satu Peta

Jika salah satu saja tidak ada, batas tersebut dianggap:

– Tidak definitif

– Tidak legal

– Tidak dapat dipakai dalam perencanaan nasional

Dan itulah kondisi Kebumen hari ini.

Kebumen Harus Bergerak. Sekarang, Bukan Besok.

Kita tidak boleh menunggu sampai desa-desa lain yang lebih cepat mengambil peluang kita. Kita juga tidak boleh menunggu sampai potensi Dana Desa dipotong karena data spasial kita belum standar.

Jadi Ini Saatnya untuk Semua Desa:

1. Survei geodetik seluruh desa.

2. Seluruh desa wajib memasang PBU dan pilar batas sesuai standar BIG-Kemendagri.

3. Hasilnya harus diintegrasikan ke BIG sehingga sah secara nasional.

4. Penegasan batas desa harus menjadi indikator kinerja desa dan kecamatan.

Ini bukan pekerjaan sampingan.
Ini adalah fondasi fiskal, legal, dan spasial bagi masa depan desa.

Jika Ingin Desa Maju, Tuntaskan Batasnya

Saya ingin menyampaikan pesan kepada seluruh kepala desa di Kebumen, “Jika Anda ingin Dana Desa naik, tuntaskan batas desa Anda. Jika Anda ingin program pusat masuk, tuntaskan batas desa Anda. Jika Anda ingin desa Anda diperhatikan, mulai dari batas wilayahnya.”

Desa yang batasnya tuntas akan lebih maju, lebih kuat, dan lebih siap bersaing.
Desa yang batasnya belum tuntas akan terus tertinggal.

Batas Desa adalah Jalan Menuju Kemajuan

Sebagai generasi muda Kebumen, saya tidak ingin melihat Kebumen kalah langkah dari daerah lain. Kita punya sumber daya manusia yang kuat, potensi desa yang luar biasa, dan semangat gotong royong yang tidak dimiliki daerah lain.

Yang kita butuhkan hanyalah satu langkah awal: Tuntaskan batas desa secara geodetik, pasang PBU, dan masukkan ke BIG. Masa depan pembangunan Kebumen akan dimulai dari sana.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PBB dan Israel

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:24

Mahasiswa STMIK PGRI Kebumen Ciptakan Tiga Aplikasi AI untuk Solusi Pendidikan

Senin, 6 Juli 2026 - 15:34

Program JKN Bantu Riyanti Jalani Operasi Retina dan Katarak dengan Tenang

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:00

Kunjungi Kejari Kebumen, Aksin Law Firm Apresiasi Profesionalisme dan Dukung Pemberantasan Korupsi

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:13

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kebumen Ungkap Sejumlah Kasus Kriminal dan Narkoba

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:01

Bengkel Kayu di Klirong Kebakaran, Kerugian Ditaksir Rp 5 Juta

Senin, 29 Juni 2026 - 08:58

Lomba Mancing Hari Bhayangkara ke-80 di Bonorowo Diikuti Seribu Peserta

Senin, 29 Juni 2026 - 08:55

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:20

Turnamen MANAFERA FUTSAL CUP 2026 Besutan Prodi Manajemen UNIMUGO Resmi Bergulir, Tim Pelajar Se-Jateng DIY Siap Perebutkan Gelar Juara

Berita Terbaru