Kebumen, Kebumen Pos – Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Gerindra, Darori Wonodipuro, memberikan dukungan kepada dalang cilik asal Kabupaten Kebumen, Haidar Azka, yang ditunjuk oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Kebumen untuk tampil di Pondok Tingal Borobudur, Magelang, pada 27 Juni 2026 mendatang.
Sebelum keberangkatannya, Haidar Azka bersama sang ayah, Mahdi Fathurahman, bersilaturahmi ke kediaman Darori Wonodipuro di Petanahan, Senin (1/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Azka memohon doa restu sekaligus dukungan untuk tampil mewakili Kabupaten Kebumen dalam ajang budaya yang dinilai cukup prestisius tersebut.
Darori Wonodipuro menyatakan siap memberikan bantuan biaya pemberangkatan bagi Azka. Bantuan tersebut menjadi angin segar karena tahun ini tidak tersedia alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk mendukung keikutsertaan Azka dalam kegiatan tersebut.
“Saya bangga masih ada generasi muda yang mencintai dan melestarikan budaya wayang. Azka harus terus semangat belajar, mengasah kemampuan, dan jangan pernah berhenti berkarya. Wayang adalah warisan budaya bangsa yang harus dijaga bersama,” ujar Darori.

Ia juga mendorong Azka untuk terus mengembangkan bakatnya, bahkan jika memungkinkan menempuh pendidikan khusus di bidang pedalangan. Darori mengaku akan berusaha menyempatkan diri hadir untuk menyaksikan secara langsung penampilan Azka di Borobudur.
Sementara itu, Haidar Azka mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan Darori Wonodipuro. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi motivasi untuk memberikan penampilan terbaik.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Darori Wonodipuro atas dukungan dan bantuannya. Ini menjadi penyemangat bagi saya untuk tampil sebaik mungkin dan membawa nama baik Kabupaten Kebumen,” kata Azka.
Ayah Azka, Mahdi Fathurahman, menuturkan kecintaan putranya terhadap wayang sudah terlihat sejak masih bayi. Bahkan saat berusia sekitar empat bulan, Azka pernah diajak menonton pertunjukan wayang dan langsung tertidur pulas. Namun ketika pulang ke rumah justru menangis dan kembali tenang saat mendengar suara pertunjukan wayang.
Menurut Mahdi, kecintaan terhadap dunia wayang juga mengalir dari keluarga. Kakek Azka merupakan salah satu pemain karawitan. Sejak usia satu tahun, Azka sudah sering bermain wayang dan menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap seni tradisional tersebut.
“Saat kelas IV SD, Azka sudah hafal lebih dari 100 nama tokoh wayang. Kemudian pertama kali tampil sebagai dalang ketika duduk di bangku kelas V SD. Dia juga pernah belajar kepada Mbah Surawan di Gombong untuk memperdalam ilmu pedalangan,” ungkap Mahdi.
Kini Azka yang berusia 14 tahun tercatat sebagai siswa SMP Negeri 2 Karanganyar. Selain aktif belajar di sekolah, ia juga kerap tampil dalam berbagai acara seni dan budaya di Kebumen maupun daerah lainnya.
Mahdi menambahkan, dukungan dari Darori Wonodipuro sangat berarti bagi keluarganya.
“Dukungan dari Bapak Darori sangat berarti bagi kami karena tahun ini tidak ada anggaran untuk mendukung keberangkatan Azka. Alhamdulillah ada perhatian sehingga Azka tetap bisa tampil mewakili Kabupaten Kebumen,” ujarnya.
Penampilan Azka di Pondok Tingal Borobudur dinilai sangat bergengsi karena lokasi tersebut menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Selama ini panggung tersebut lebih sering diisi oleh dalang-dalang dari kota besar seperti Yogyakarta, Solo, dan Semarang.
Dalam kesempatan tersebut, Haidar Azka dijadwalkan membawakan lakon “Gatotkaca Lahir”, salah satu kisah populer dalam dunia pewayangan yang menceritakan kelahiran tokoh ksatria sakti putra Werkudara.
Melalui penampilan tersebut, Azka diharapkan mampu memperkenalkan potensi seni budaya Kebumen kepada khalayak yang lebih luas sekaligus membuktikan bahwa generasi muda daerah mampu tampil dan bersaing di panggung budaya tingkat nasional.






