KEBUMEN, KebumenPos.com- Di bawah langit Desember yang basah, aspal Kebumen menyimpan duka yang tak terucap. Sebuah perjalanan yang seharusnya membawa pulang rindu, justru berujung pada perpisahan yang membeku.
Senandung Duka di Barat Gombong
Jalan Raya Kebumen-Banyumas menjadi saksi bisu,
Saat Bus Rosalia Indah melaju membelah waktu.
Dari Timur membawa sejuta asa dan cerita,
Namun di barat Pasar Gombong, takdir menuliskan air mata.
Selasa itu, rembulan seolah enggan menatap,
Ketika bus besi itu kehilangan dekap pada lajurnya yang tetap.
Ia melangkah terlalu jauh ke kanan, memakan ruang yang bukan miliknya,
Di mana sebuah truk gandeng dari Barat datang menyapa dalam petaka.
Besi bertemu besi, jerit pecah di keheningan pagi,
Benturan keras merobek kabin, menghancurkan mimpi yang belum mati.
Sisi kanan bus terkoyak, memamerkan luka di balik jendela,
Menyisakan kehampaan di kursi-kursi yang kini berselimut duka.
Hendro Wahyudiono, sang nahkoda di balik kemudi,
Kini telah menepi selamanya, tak akan lagi pulang menepati janji.
Ia pergi di tempat ia mencari nafkah demi keluarga,
Meninggalkan jejak ban yang berakhir dalam pusara.
Empat jiwa terkapar terluka, menanggung trauma yang dalam,
Di rumah sakit mereka berjuang, di tengah ingatan yang kelam.
Polisi berseragam datang, mencoba merangkai pecahan kejadian,
Mengingatkan kita semua, bahwa maut seringkali hanya selisih satu jengkal haluan.
Oh, aspal dingin yang haus akan perhatian,
Jangan biarkan lagi ada kepulangan yang terhenti di persimpangan.
Cukuplah tangis ini menjadi pengingat di sepanjang jalan,
Bahwa hati-hati adalah rindu yang paling tulus bagi mereka yang menunggu di peraduan.
Rangkuman Peristiwa:
Waktu & Lokasi: Selasa, 23 Desember 2025, Barat Pasar Gombong, Kebumen.
Kendaraan: Bus Rosalia Indah (AD 7101 OF) dan Truk Gandeng (G 8231 OD).
Korban: Sopir bus meninggal dunia (Hendro Wahyudiono) dan 4 penumpang luka-luka.
Penyebab: Bus diduga melaju terlalu ke kanan dan memakan lajur lawan.














