KEBUMEN, KebumenPos.com— Komitmen untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan inklusif di era digital diwujudkan melalui kegiatan Diskusi Publik & Pelatihan AI bertajuk “Membangun Kapasitas Digital yang Inklusif” yang diselenggarakan di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan komunitas disabilitas.
Acara dibuka melalui keynote speech Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani yang diwakili oleh Dra. MM Sri Kuntari, M.Si (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kebumen). Dalam sambutan Bupati Kebumen yang disampaikan, ditekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat.
“Belajar tidak boleh terhalang usia maupun keterbatasan. Masyarakat Kebumen diharapkan terus mengikuti perkembangan zaman agar mampu menjadi SDM yang unggul dan berdaya saing, baik untuk Kebumen maupun Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan.
Kegiatan ini menghadirkan empat pembicara dan moderator dari berbagai latar belakang, sebagaimana tercantum dalam poster acara, yang membahas isu literasi digital, inklusivitas teknologi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab.
Dalam sesi pemaparan, Nicky Clara, Founder Alunjiva Indonesia, mengajak masyarakat Kebumen untuk membangun kesadaran literasi digital yang bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa kehadiran AI tidak menggantikan peran manusia, melainkan menjadi mitra yang membantu pekerjaan menjadi lebih mudah dan produktif, termasuk bagi UMKM dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Haryono, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kebumen, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong kemajuan digitalisasi bagi masyarakat dan UMKM. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah dengan menyediakan Studio Live Selling di Pasar Tumenggungan Kebumen.
Fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh masyarakat dan pelaku UMKM sebagai sarana promosi digital untuk meningkatkan jangkauan pemasaran dan daya saing produk lokal.
Dalam sesi dialog publik, dr. Faiz Alaudien Reza Mardhika, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi E, menyampaikan keterbukaannya terhadap pengembangan teknologi yang inklusif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program literasi digital dapat menjangkau lebih luas dan memberikan dampak nyata.
“Kami siap mendukung teman-teman disabilitas dan UMKM agar dapat berkembang menjadi SDM yang unggul melalui program literasi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui diskusi publik dan pelatihan ini, diharapkan masyarakat Kebumen semakin siap menghadapi transformasi digital secara inklusif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat.














