KEBUMEN, KebumenPos.com – Jagat Kebumen kembali digegerkan oleh sebuah skandal asusila yang sangat memilukan dan membuat dada sesak. Seorang oknum ustaz berinisial (M) di Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam, dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap 9 anak gadis.
Kasus yang mulai mencuat pada Jumat (27/03/2026) ini memicu kemarahan luar biasa dari warga setempat. Mirisnya, para korban adalah anak-anak yang sengaja dititipkan oleh orang tua mereka kepada pelaku dengan harapan agar dibina agama dan akhlaknya. Namun, alih-alih mendapat bimbingan rohani, masa depan mereka justru direnggut paksa.
Fakta yang paling membuat warga murka, satu dari sembilan korban tersebut kini dilaporkan tengah mengandung akibat perbuatan keji sang oknum.
Ironi Jabatan: Dari Ulama Hingga Pengawas Program MBG
Kemarahan masyarakat memuncak bukan tanpa alasan. Selama ini, sosok (M) dikenal memiliki kedudukan yang sangat dihormati di lingkungannya. Ironisnya, pelaku juga memegang peran penting dalam program pemerintah yang seharusnya mengurus kesejahteraan anak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum tersebut memiliki sederet posisi strategis:
Pengawas Program MBG (Makan Bergizi Gratis) di wilayah Wonotirto.
Guru Agama di salah satu SMP swasta.
Tokoh Ulama terkemuka di Desa Wonotirto.
Kelakuan bejat di balik jubah agama dan jabatan publik ini membuat masyarakat merasa dikhianati secara mendalam. Pelaku dinilai tidak hanya merusak masa depan dan kehormatan para korban, tetapi juga mencoreng nama baik desa, institusi pendidikan, dan program pemerintah.
Warga Geram, Berbondong-bondong Lapor Polisi
Tak terima dengan perlakuan sang oknum, masyarakat Wonotirto yang sudah habis kesabaran akhirnya berbondong-bondong mendatangi Mapolres Kebumen untuk melaporkan kasus ini secara resmi. Mereka menuntut keadilan agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Ini sangat miris dan memilukan. Dia itu ustaz, guru, bahkan ditunjuk jadi Pengawas MBG yang harusnya peduli sama anak-anak! Malah melakukan perbuatan keji seperti ini. Harus ada keadilan untuk para korban dan keluarganya,” ujar salah seorang warga yang ikut mendampingi pelaporan dengan nada geram dan kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan pencabulan massal ini telah resmi ditangani oleh pihak Polres Kebumen. Kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, mengumpulkan keterangan para saksi, serta mengamankan bukti-bukti untuk segera menjerat pelaku ke balik jeruji besi.






