Sriyanto Seret Oknum BPN dan Notaris dalam Kasus Jual Beli Tanah Anggota Dewan: Harus Jadi Tersangka

- Editor

Jumat, 12 September 2025 - 19:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengacara Sriyanto

Pengacara Sriyanto

Kebumen, Kebumen Pos – Pengacara senior Sriyanto angkat bicara mengenai kasus penipuan jual beli tanah yang menyeret anggota DPRD Kebumen KH. Kasus ini terus mencuat dipublik, menyusul ditetapkannya KH sebagai tesangka. Bahkan terbaru ada isu penculikan terhadap korban SM

Menurut Sriyanto, dalam kasus ini, KH tidak bekerja sendiri, ada pihak-pihak lain yang terlibat dalam pemalsuaan hibah sertifikat tanah dari tangan SM beralih ke tangan KH pihak lain yang dimaksud adalah oknum BPN insial W, dan Notaris PPAT yakni TS dan K.

Mereka ini lah yang kemudian diduga kuat merubah akta jual beli yang dikeluarkan oleh Desa Seliling, menjadi akta hibah, dimana SM tertulis dalam surat tersebut memberikan hibah tanah kepada KH. Sementara SM tidak pernah memberikan hibah atau menjual tanahnya.

“Jadi kasus ini tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa hanya menjerat satu orang, tapi juga oknum dari BPN dan Notaris PPAT yang sudah bekerjasama merubah akta jual beli tanah menjadi hibah, sehingga ada rekayasa pemalsuan di sini,” kata Sriyanto yang pernah menjadi kuasa hukum dari tersangka KH, Jumat (12/9).

Jual beli tanah, jelas kata Sriyanto, berbeda dengan jual beli benda bergerak. Seperti jual beli handphone ada uang ada barang, atau jual beli sepeda motor ada uang ada BPKB. Namun untuk tanah, harus ada hitam di atas putih, harus ada tandatangan saksi, dan diketahui oleh pihak desa.

“Saya sampaikan di sini dalam peralihan hak tanah itu harus diikuti dengan peralihan haknya, jika haknya jual beli harus akta jual beli, bukan yang keluar hibah, ini yg harus ditekankan karena tanah ini benda tetap, tidak bergerak,” jelas Sriyanto yang sudah pernah mendampingi Khanifudin dari 2023 sampai awal 2025.

Ia tidak setuju dalam kasus ini KH ditetaplan sebagai tersangka tunggal. Sriyanto meminta pihak kepolisian tidak tebang pilih, harus ada tersangka lain yang sudah turut serta membantu peralihan akta jual beli tanah menjadi hibah, mereka yang punya kuasa untuk merubah itu adalah oknum BPN dan Oknum Notaris PPAT.

“Mereka ini bisa dijerat dengan Junto 55 atau 56 KUHP karena turut membantu dan atau turut serta, atau Pasal 263 KUHP dimana yang bersangkutan membuat keadaan palsu,” jelas Sriyanto.

Sriyanto meyakini, pihak kepolisian tidak akan berhenti pada tersangka KH, tapi akan mengungkap kasus ini secara terang benderang, dengan berani menetapkan oknum BPN, yakni W dan Oknum Notaris PPAT TS dan K sebagai tersangka.

Ia sendiri sudah membuat laporan ke kepolisian terhadap oknum BPN dan Notaris PPAT tersebut, namun sampai saat ini pihak kepolisian belum menindaklanjuti. (Al)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klaim ‘Backing Pusat’ PT IKN Banyumas Nekat Copot Segel Pemkab dan Tetap Produksi Malam Hari
Prodi Hukum Universitas Muhammadiyah Gombong Jadi Tuan Rumah KLB FMHPTMAI 2026
BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara
Mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Terseret OTT KPK, Diduga Terkait Kasus HGB di Bogor
JKN Beri Ketenangan Roni Jalani Perawatan dan Lindungi Kesehatan Keluarga
NEKAT!! pabrik Hebel PT IKN Caplok 6,5 Hektar Lahan Ilegal, Pemkab Banyumas Langsung SEGEL!!
Tak Sekadar Jaminan Kesehatan, Suradi Dapat Kepastian Informasi melalui BPJS Satu
Anita Nosa Terpilih Menjadi Ketua DPC Peradi Kebumen Periode 2026-2031

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:33

Klaim ‘Backing Pusat’ PT IKN Banyumas Nekat Copot Segel Pemkab dan Tetap Produksi Malam Hari

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:06

Prodi Hukum Universitas Muhammadiyah Gombong Jadi Tuan Rumah KLB FMHPTMAI 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:48

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

Selasa, 15 September 2026 - 09:33

Mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Terseret OTT KPK, Diduga Terkait Kasus HGB di Bogor

Minggu, 6 September 2026 - 08:58

JKN Beri Ketenangan Roni Jalani Perawatan dan Lindungi Kesehatan Keluarga

Jumat, 4 September 2026 - 14:38

Tak Sekadar Jaminan Kesehatan, Suradi Dapat Kepastian Informasi melalui BPJS Satu

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:15

Anita Nosa Terpilih Menjadi Ketua DPC Peradi Kebumen Periode 2026-2031

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:42

Suara Knalpot Brong Banyak Dikeluhkan Masyarakat, Polisi Gencarkan Tilang

Berita Terbaru