KEBUMEN,KebumenPos.com– PT BPR BKK Kebumen menunjukkan tren performa yang sangat positif di penghujung tahun 2025. Bank Perekonomian Rakyat milik daerah ini berhasil membukukan laba sebesar Rp 12,5 miliar per 21 Desember 2025.
Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen, Sutrisno, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan cerminan dari pertumbuhan usaha perbankan yang sehat dan berkelanjutan. Realisasi ini juga melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Realisasi laba tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika Desember tahun lalu tercatat sebesar Rp 10 miliar, tahun ini kita menyentuh angka Rp 12,5 miliar,” ujar Sutrisno kepada awak media, Senin (22/12).
Strategi dan Kontribusi UMKM
Sutrisno menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi pengelolaan keuangan yang profesional, antara lain:
Peningkatan kualitas kredit.
Optimalisasi pelayanan masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kebumen.
Kepercayaan penuh dari masyarakat yang terus dijaga melalui inovasi layanan.
“Semua ini berkat kepercayaan masyarakat. Kami berupaya keras untuk selalu menjawab apa yang menjadi kebutuhan nasabah,” tambahnya.
Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Senada dengan hal tersebut, Direktur Kepatuhan PT BPR BKK Kebumen, Sudiharto, menambahkan bahwa faktor internal juga memegang peranan penting. Penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) dan manajemen risiko yang semakin matang menjadi pondasi utama.
Indikator kesehatan bank juga terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) serta penyaluran kredit yang tetap terjaga. Hal ini dibuktikan dengan tingkat non-performing loan(NPL) atau kredit bermasalah yang berhasil dikendalikan dengan baik.
Rencana Masa Depan
Meski mencapai angka yang memuaskan, manajemen tidak ingin cepat berpuas diri. Sutrisno menegaskan pihaknya akan terus melakukan evaluasi demi peningkatan kinerja ke depan.
“Pasti akan kami evaluasi bagian mana yang perlu diperbaiki. Fokus ke depan adalah memperluas inklusi keuangan serta terus berinovasi agar kinerja perusahaan tetap stabil dan memiliki daya saing yang kuat,” tutupnya.














