KEBUMEN, KebumenPos.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kebumen kembali menuai sorotan tajam dan mengecewakan masyarakat. Kali ini, keluhan keras datang dari warga di wilayah Panjatan, Karanganyar, terkait kualitas makanan yang disalurkan oleh SPPG Aruna yang dinilai sangat jauh dari kata layak.
Keresahan ini salah satunya diungkapkan oleh seorang ibu menyusui yang juga merupakan wali murid penerima manfaat. Dengan nada kecewa dan prihatin, ia membongkar kondisi memprihatinkan dari paket makanan yang seharusnya menjadi tumpuan asupan gizi bagi anak-anak dan dirinya.
“Jadi begini Pak, saya merasa MBG yang diterima anak saya dan saya pribadi sangat tidak layak. Tolong dibantu angkat kasus ini, Pak,” ujar pelapor yang enggan disebutkan identitasnya tersebut kepada awak media, Jumat malam (13/3/2026).
Ia membeberkan fakta yang cukup mengejutkan terkait jatah makanan dari SPPG Aruna yang dibagikan sekaligus untuk durasi tiga hari. Paket yang diperuntukkan bagi anak TK, siswa SD, balita, hingga ibu menyusui tersebut kondisinya sangat memprihatinkan.
“Kami mendapat menu langsung untuk tiga hari. Isinya pisang setandan yang masih mentah semua, agar-agar yang rasanya sudah asam, singkongnya keras karena tidak matang, dan juga nugget tempenya sangat keras,” beber pelapor dengan nada kesal.
Alih-alih mendapatkan perbaikan atau penjelasan, keluhan warga justru seolah dianggap angin lalu. Pelapor mengaku telah mencoba melakukan komplain langsung ke pihak SPPG Aruna, namun sama sekali tidak digubris.
“Kami sudah komplain ke pihak SPPG-nya, tapi tidak direspons sama sekali. Tolong bantu suarakan kejadian ini Pak, saya merasa semakin ke sini kondisinya semakin mengenaskan,” keluhnya penuh harap.
Bungkamnya pihak SPPG Aruna Panjatan ini tentu memicu tanda tanya besar dari masyarakat terkait pengawasan dan keseriusan pihak penyedia dalam menjalankan program yang menyangkut hajat hidup serta kesehatan generasi penerus di Kebumen.














