KEBUMEN, KebumenPos.com— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Pancasakti Tegal yang bertugas di Desa Sidogede, Kecamatan Prembun, Kabupaten Tegal, berkolaborasi dengan Polsek Prembun menggelar sosialisasi bahaya judi online dan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMAN 1 Prembun, Selasa, 14 Juli 2026.
Ketua KKN Desa Sidogede dalam pemaparannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Generasi Emas 2045 yang digadang-gadangkan ada di tangan kita. Tinggal bagaimana kita mau mengambil peran tersebut atau mengabaikannya,” ujarnya.
Ia juga memaparkan data dari Badan Narkotika Nasional yang mencatat 2,2 juta remaja di Indonesia merupakan pengguna narkoba. Perputaran uang untuk membeli narkoba ditaksir mencapai Rp500 triliun per tahun.
“Angka ini bukan sekadar statistik. Ini merepresentasikan kehancuran sistemik pada ekonomi rumah tangga, hilangnya masa depan anak bangsa, dan lumpuhnya produktivitas nasional secara besar-besaran,” jelasnya.
Selain narkoba, judi online juga menjadi perhatian serius. Ketua KKN UPS Tegal, Abdurrohman Wahid, menyampaikan data PPATK Tahun 2025 yang menunjukkan Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan angka keterpaparan tinggi. Tercatat 30.388 pelajar dan mahasiswa di Jawa Tengah terpapar dan menjadi pemain judi online. Total nilai deposit dari kalangan pelajar dan mahasiswa mencapai Rp48.446.742.772.
“Selain bahayanya penyalahgunaan narkoba, judi online juga merusak generasi bangsa,” kata Abdurrohman.
Di akhir pemaparannya, ia menitipkan pesan kepada peserta MPLS SMAN 1 Prembun.
“Saya serahkan generasi emas tahun 2045 di tangan kalian semua,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif narkoba dan judi online, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, kepolisian, dan sekolah dalam upaya pencegahan.














