Menegakkan Demokrasi Kampus Yang Sejati di UMNU Kebumen

- Editor

Senin, 9 Desember 2024 - 21:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Isu ketidakadilan yang melibatkan Rektor UMNU Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I., dalam pelaksanaan demokrasi kampus menjadi sinyal bahaya bagi integritas lembaga pendidikan. Sebagai pemimpin tertinggi di lingkungan akademik, seorang rektor semestinya menjadi teladan dalam menjunjung tinggi prinsip demokrasi, transparansi, dan keadilan. Namun, tudingan mengenai keberpihakan dan ketidaknetralan dalam pengambilan keputusan penting menunjukkan adanya krisis kepercayaan yang perlu segera ditangani.

Mahasiswa, sebagai elemen vital dalam kehidupan kampus, merasa suaranya terpinggirkan dalam proses pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dalam demokrasi kampus, pemilihan semacam ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari partisipasi aktif dan hak asasi mahasiswa untuk menentukan pemimpinnya secara bebas dan adil. Jika benar ada intervensi, hal ini tidak hanya melanggar etika akademik tetapi juga mengabaikan hak-hak demokratis mahasiswa.

Aksi yang direncanakan oleh ratusan mahasiswa menunjukkan bahwa ketidakpuasan ini telah mencapai puncaknya. Ini adalah bentuk protes terhadap sistem yang mereka rasa telah kehilangan arah. Ketika suara mahasiswa tidak lagi didengar, mereka memilih jalan aksi untuk menyampaikan aspirasi. Namun, aksi ini seharusnya tidak perlu terjadi jika pihak rektorat bersedia mendengarkan keluhan dengan hati terbuka dan mengambil langkah nyata untuk memperbaiki keadaan.

Dr. H. Imam Satibi, sebagai pemimpin, memiliki peluang besar untuk meredakan ketegangan ini. Caranya adalah dengan membuka ruang dialog yang inklusif, di mana semua elemen kampus—mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan—dapat berbicara dan mendiskusikan isu-isu yang ada secara terbuka. Langkah ini tidak hanya akan mengembalikan kepercayaan kepada rektorat tetapi juga memperkuat prinsip demokrasi di kampus.

Selain itu, penting bagi UMNU Kebumen untuk memperkuat mekanisme demokrasi yang transparan dan akuntabel. Pembentukan panitia independen untuk mengawasi proses demokrasi kampus dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menghindari masalah serupa di masa depan.

Mahasiswa UMNU Kebumen, dengan segala keterbatasannya, menunjukkan bahwa mereka peduli pada nilai-nilai yang lebih besar daripada sekadar kepentingan individu. Mereka memperjuangkan prinsip, yaitu demokrasi yang sejati. Kini, bola ada di tangan rektorat: apakah mereka akan menyambut ajakan perubahan ini atau justru mempertahankan status quo yang memicu ketidakpuasan lebih besar.

Harapan besar tertuju pada Dr. H. Imam Satibi untuk menunjukkan kepemimpinan yang bijaksana dan berani mengambil langkah yang adil. Sebab, di balik sorotan tajam dan kritik pedas, ada peluang untuk membangun kembali kepercayaan dan menciptakan lingkungan kampus yang harmonis dan demokratis.

Penulis: mustaqim

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dibalik Jargon Ramah Investasi, DPMPTSP Banyumas Diduga Jual Murah Wibawa Perda Demi PT IKN
Isu Permintaan Jatah Proyek dan Fee 1 Persen Revitalisasi Sekolah Dasar di Kebumen Dipastikan Tidak Benar
Dewan Pendidikan Turun ke SDN 2 Krakal, Kepala Sekolah Bantah Isu Fee 1 Persen
Dewan Pendidikan Klarifikasi Isu Jatah Proyek dan Fee 1 Persen di SDN Babadsari
Dewan Pendidikan Klarifikasi Isu Revitalisasi di SDN Sidomukti Ambal, Sekolah Bukan Penerima Program Revitalisasi 2026
Datangi Polsek Puring, GRIB JAYA Kebumen Desak Penanganan Dugaan Pengeroyokan di Omi Karaoke
Viral Isu Jatah Proyek Revitalisasi, Dewan Pendidikan Kebumen Turun Langsung ke SDN Grogolbeningsari
Dewan Pendidikan Kebumen Monitoring SD Islam Al Hikmah Adimulyo, Kepala Sekolah Bantah Isu Permintaan Proyek dan Fee

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:53

Dibalik Jargon Ramah Investasi, DPMPTSP Banyumas Diduga Jual Murah Wibawa Perda Demi PT IKN

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:22

Isu Permintaan Jatah Proyek dan Fee 1 Persen Revitalisasi Sekolah Dasar di Kebumen Dipastikan Tidak Benar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:59

Dewan Pendidikan Turun ke SDN 2 Krakal, Kepala Sekolah Bantah Isu Fee 1 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:56

Dewan Pendidikan Klarifikasi Isu Jatah Proyek dan Fee 1 Persen di SDN Babadsari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:52

Dewan Pendidikan Klarifikasi Isu Revitalisasi di SDN Sidomukti Ambal, Sekolah Bukan Penerima Program Revitalisasi 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:04

Viral Isu Jatah Proyek Revitalisasi, Dewan Pendidikan Kebumen Turun Langsung ke SDN Grogolbeningsari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:32

Dewan Pendidikan Kebumen Monitoring SD Islam Al Hikmah Adimulyo, Kepala Sekolah Bantah Isu Permintaan Proyek dan Fee

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:33

Klaim ‘Backing Pusat’ PT IKN Banyumas Nekat Copot Segel Pemkab dan Tetap Produksi Malam Hari

Berita Terbaru