Sempat “Mati Suri” Disambar Petir, Alat Deteksi Longsor di Kebumen Akhirnya Kembali Berdenyut

- Editor

Rabu, 24 Desember 2025 - 21:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN, KebumenPos.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen belakangan ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga melumpuhkan sistem pertahanan bencana daerah. Landslide Early Warning System (LEWS), yang menjadi “mata dan telinga” BPBD Kebumen dalam memantau pergerakan tanah, sempat mengalami gangguan vital akibat ganasnya sambaran petir.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera menerjunkan tim ahli pada Rabu (24/12/2025). Kedatangan mereka bertujuan melakukan “operasi penyelamatan” terhadap infrastruktur pendeteksi bencana yang berhenti mengirimkan data secara misterius.

Receiver Kantor BPBD Jadi Korban Petir

Laporan awal menunjukkan data dari tiga stasiun pemantau utama, yakni stasiun Tambak Wringin, Kaliputih, dan Kalikud, tidak masuk ke pusat data. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, terungkap bahwa penyebab utamanya adalah kerusakan pada unit penerima sinyal (receiver).

Penyelidik Bumi dari PVMBG, Ahmad Barnes, mengungkapkan bahwa *receiver* yang berada di kantor BPBD Kebumen rusak parah setelah dihantam petir. Hal ini memutus total jalur komunikasi antara sensor di area perbukitan dengan pusat kendali.

“Kami fokus memperbaiki kerusakan pada pusat penerima data terlebih dahulu. Tanpa perbaikan pada *receiver* ini, mustahil kami bisa memverifikasi apakah sensor di lapangan masih berfungsi atau ikut rusak,” jelas Ahmad Barnes kepada media.

Operasi Maraton di Zona Merah

Setelah “otak” sistem di kantor BPBD berhasil dihidupkan kembali, tim langsung bergerak cepat menyisir pos-pos pemantau di zona merah perbukitan. Dalam operasi maraton tersebut, tim ahli melakukan serangkaian penyegaran komponen yang meliputi:

Penggantian Aki: Memastikan daya listrik cadangan stasiun tetap stabil.
Perbaikan Sirine: Memastikan tanda peringatan evakuasi dapat terdengar nyaring jika terjadi pergerakan tanah.
Optimasi Radio Komunikasi: Memulihkan jalur transmisi data nirkabel.
Pembersihan Sensor: Membersihkan alat pengukur curah hujan dari kotoran yang dapat menyumbat akurasi data.

Upaya keras ini akhirnya membuahkan hasil. Sistem peringatan dini yang sangat krusial bagi keselamatan warga di daerah rawan longsor kini dinyatakan kembali prima.

“Kini seluruh stasiun pemantau sudah kembali optimal dan siap bekerja 24 jam untuk memitigasi bencana,” pungkas Barnes dengan nada lega.

sumber: TribunBanyumas

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Terseret OTT KPK, Diduga Terkait Kasus HGB di Bogor
JKN Beri Ketenangan Roni Jalani Perawatan dan Lindungi Kesehatan Keluarga
NEKAT!! pabrik Hebel PT IKN Caplok 6,5 Hektar Lahan Ilegal, Pemkab Banyumas Langsung SEGEL!!
Tak Sekadar Jaminan Kesehatan, Suradi Dapat Kepastian Informasi melalui BPJS Satu
Anita Nosa Terpilih Menjadi Ketua DPC Peradi Kebumen Periode 2026-2031
Suara Knalpot Brong Banyak Dikeluhkan Masyarakat, Polisi Gencarkan Tilang
Terduga Pelaku Perundungan Pelajar di Kebumen Diamankan Polisi
Kemudahan Cek Kepesertaan JKN, Mukminatul Semakin Tenang Jalani Perawatan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:33

Mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Terseret OTT KPK, Diduga Terkait Kasus HGB di Bogor

Minggu, 6 September 2026 - 08:58

JKN Beri Ketenangan Roni Jalani Perawatan dan Lindungi Kesehatan Keluarga

Sabtu, 5 September 2026 - 15:31

NEKAT!! pabrik Hebel PT IKN Caplok 6,5 Hektar Lahan Ilegal, Pemkab Banyumas Langsung SEGEL!!

Jumat, 4 September 2026 - 14:38

Tak Sekadar Jaminan Kesehatan, Suradi Dapat Kepastian Informasi melalui BPJS Satu

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:15

Anita Nosa Terpilih Menjadi Ketua DPC Peradi Kebumen Periode 2026-2031

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:40

Terduga Pelaku Perundungan Pelajar di Kebumen Diamankan Polisi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:05

Kemudahan Cek Kepesertaan JKN, Mukminatul Semakin Tenang Jalani Perawatan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:20

Dapur Produksi Keripik Singkong di Buayan Kebakaran, Diduga Dipicu Bara Api Sisa Tungku

Berita Terbaru