23 Ton Jejak Keringat yang Terabaikan: Nasib 25 Keluarga Petani Binangun Terkatung-katung Menanti Selembar Kertas Negara

- Editor

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN, KebumenPos.com– Di hamparan tanah seluas 7,8 hektar di Desa Binangun, Kecamatan Karanggayam, napas kehidupan 25 petani berhembus dengan penuh kecemasan. Tanah itu bukan sekadar hamparan debu dan bongkahan tanah liat; ia adalah urat nadi, tempat puluhan kepala keluarga menggantungkan harapan dan piring nasi anak-istri mereka.

Bukti cinta mereka pada tanah itu sangat nyata. Sebanyak 23 ton hasil bumi telah berhasil dilahirkan dari peluh dan kulit mereka yang terbakar matahari Binangun. Namun, melimpahnya panen nyatanya tak mampu menyirnakan mendung kegelisahan di sorot mata para pejuang pangan ini.

Alih-alih merayakan kemakmuran, mereka justru dihantui ketakutan yang tak berkesudahan. Sejak Juli 2025 silam, nasib mereka dibiarkan menggantung tak bertuan. Tanah yang masuk dalam Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) itu statusnya masih abu-abu. Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Kehutanan yang amat mereka nantikan, seolah hanya menjadi janji yang menguap di udara, tak kunjung turun menyapa gubuk-gubuk mereka.

Hingga detik ini, ketidakpastian itu terus mencekik ketenangan batin para petani. Bagi mereka, bertani tanpa pijakan hukum yang jelas ibarat menanam benih di bibir jurang kapan saja bisa dirampas, kapan saja mereka bisa terusir dari tanah yang telah mereka rawat dengan tetesan air mata.

Tidak ada tidur yang nyenyak bagi 25 petani ini sebelum SK dari kementerian benar-benar ada di genggaman. Delapan bulan sudah penantian panjang ini bergulir dalam sepi. Mereka masih terus menengadah, menanti keadilan dari balik megahnya meja birokrasi ibu kota.

Akankah rintihan dari pelosok Karanggayam ini didengar? Ataukah 23 ton bukti pengabdian itu hanya akan berakhir menjadi kisah tragis rakyat kecil yang dilupakan oleh negaranya sendiri?

Facebook Comments Box

Berita Terkait

JKN Beri Ketenangan Roni Jalani Perawatan dan Lindungi Kesehatan Keluarga
NEKAT!! pabrik Hebel PT IKN Caplok 6,5 Hektar Lahan Ilegal, Pemkab Banyumas Langsung SEGEL!!
Tak Sekadar Jaminan Kesehatan, Suradi Dapat Kepastian Informasi melalui BPJS Satu
Anita Nosa Terpilih Menjadi Ketua DPC Peradi Kebumen Periode 2026-2031
Suara Knalpot Brong Banyak Dikeluhkan Masyarakat, Polisi Gencarkan Tilang
Terduga Pelaku Perundungan Pelajar di Kebumen Diamankan Polisi
Kemudahan Cek Kepesertaan JKN, Mukminatul Semakin Tenang Jalani Perawatan
Dapur Produksi Keripik Singkong di Buayan Kebakaran, Diduga Dipicu Bara Api Sisa Tungku

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 08:58

JKN Beri Ketenangan Roni Jalani Perawatan dan Lindungi Kesehatan Keluarga

Sabtu, 5 September 2026 - 15:31

NEKAT!! pabrik Hebel PT IKN Caplok 6,5 Hektar Lahan Ilegal, Pemkab Banyumas Langsung SEGEL!!

Jumat, 4 September 2026 - 14:38

Tak Sekadar Jaminan Kesehatan, Suradi Dapat Kepastian Informasi melalui BPJS Satu

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:15

Anita Nosa Terpilih Menjadi Ketua DPC Peradi Kebumen Periode 2026-2031

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:42

Suara Knalpot Brong Banyak Dikeluhkan Masyarakat, Polisi Gencarkan Tilang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:05

Kemudahan Cek Kepesertaan JKN, Mukminatul Semakin Tenang Jalani Perawatan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:20

Dapur Produksi Keripik Singkong di Buayan Kebakaran, Diduga Dipicu Bara Api Sisa Tungku

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:26

Diduga Aniaya Kerabat dengan Cangkul, Pria di Ayah Diamankan Polres Kebumen

Berita Terbaru