Sejarah Geopark Karangsambung Kebumen

- Editor

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah geopark Karangsambung Kebumen dinilai selalu menarik untuk dikulik, baik para ilmuwan ataupun wisatawan. Penamaan Karangsambung sendiri dinilai erat kaitannya dengan ilmu geologi

Dikutip dari kec-karangsambung.kebumenkab.go.id, Karangsambung adalah sebuah kecamatan yang memiliki tekstur perbukitan dengan karang yang menyambung. Karangsambung merupakan pemekaran dari Kecamatan Sadang.

Kecamatan Karangsambung dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 18 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kecamatan Sebagai Perangkat Daerah. Perda tersebut mulai berlaku tanggal 22 November 2001.

Berdasarkan sejarah, di Karangsambung pernah terjadi sebuah fenomena alam luar biasa pada jutaan tahun yang lalu. Fenomena geologi itu berupa subduksi yang mengakibatkan bebatuan di dasar laut berbenturan.

Benturan tersebut tidak seketika melainkan melalui proses yang lama. Lantaran benturan itu, maka naiklah dasar laut relatif terhadap muka air laut sehingga menjadi sebuah daratan. Di mana, daratan itulah yang kini menjadi sebuah Kecamatan Karangsambung.

Solopos.com juga pernah mengupas tentang sejarah geopark Karangsambung Kebumen. Sebagaimana diketahui, kawasan Karangsambung dan Karangbolong di Kebumen telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2006. Kawasan tersebut menyimpan aneka batuan purba yang menjadi lantai dasar terbentuknya Pulau Jawa.

Dikutip dari situs lipi.go.id, Senin (10/1/2022), Karangsambung adalah titik lempeng samudra dan lempeng benua bertumbukan yang mengangkat samudra menjadi daratan. Wilayah tersebut membentang seluas 22.000 hektare yang kini menjadi kawasan konservasi geologi.

Di kawasan ini terdapat aneka batuan hasil proses kebumian yang membeku, seperti basal, granit, gabro, andesit, diaba, dan dasit. Ada juga batuan sedimen seperti rijang, konglomerat, batu pasir, gamping merah, dan kalkarenit. Selain itu ada juga jenis batuan metamorf yang terdiri dari kuarsit, serpenit, sekis mika, filit, karmer, dan gnels.

Aneka batuan purba itu tercipta antara 120-60 juta tahun lalu. Semuanya terbentang di tiga kabupaten di Jawa Tengah yang meliputi Kebumen, Banjarnegara, dan Wonosobo.

Informasi tentang geopark di Karangsambung juga mudah ditemui di media sosial (medsos). Hal itu seperti diunggah di Instagram @mangbaronaaf. Dalam keterangannya disebutkan Geopark Kebumen merupakan singkapan batuan dasar samudra sebagai pembentukan Pulau Jawa yang tersingkap di Karangsambung.

Selanjutnya, @triptus juga pernah mengupas keberadaan sejarah geopark di Karangsambung yang bisa mendongkrak wisatawan di Kebumen. Karangsambung dinilai memiliki keunikanyang tidak ditemukan di tempat lain, baik secara geologi, budaya, maupun biodiversity.

Geologinya Karangsambung menjadi tempat pembelajaran mahasiswa ilmu kebumian di seluruh Indonesia. Sehingga selain menambah daya tarik Kebumen, diharapkan juga bisa menyadarkan masyarakat Kebumen untuk lebih bisa menjaga kekayaan yang ada di lingkungan sekitarnya.

Demikian tadi ulasan tentang sejarah geopark di Karangsambung Kebumen. Terutama bagi Anda yang suka ilmu bumi, tempat tersebut sangat cocok untuk dikunjungi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Berdzikir di Batas Dunia: Refleksi Ruhani Gus Wahyu NH Aly di Pitris Kebumen
Malam Tahun Baru : HMI Komnurma Melakukan Hal Ini!!
PP Raudlatul ‘Ulum Borong Juara dalam Musabaqoh Qiroatul Kutub Se-Barlingmascakeb: Prestasi Gemilang!
Pembangunan Curug Sudimoro Dongkrak Ekonomi Masyarakat
Guru Penggerak Ramai-Ramai Tanam 3000 Pohon Bakau di Kaliratu
Ini 2 Minuman Khas Kebumen Segar Kemepyar
4 Makanan Khas Kebumen Ini Wajib Dicicipi
Cinema 7D Jadi Wahana Baru di Obyek Wisata Sagara View of Karangbolong

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 08:58

JKN Beri Ketenangan Roni Jalani Perawatan dan Lindungi Kesehatan Keluarga

Sabtu, 5 September 2026 - 15:31

NEKAT!! pabrik Hebel PT IKN Caplok 6,5 Hektar Lahan Ilegal, Pemkab Banyumas Langsung SEGEL!!

Jumat, 4 September 2026 - 14:38

Tak Sekadar Jaminan Kesehatan, Suradi Dapat Kepastian Informasi melalui BPJS Satu

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:15

Anita Nosa Terpilih Menjadi Ketua DPC Peradi Kebumen Periode 2026-2031

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:42

Suara Knalpot Brong Banyak Dikeluhkan Masyarakat, Polisi Gencarkan Tilang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:05

Kemudahan Cek Kepesertaan JKN, Mukminatul Semakin Tenang Jalani Perawatan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:20

Dapur Produksi Keripik Singkong di Buayan Kebakaran, Diduga Dipicu Bara Api Sisa Tungku

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:26

Diduga Aniaya Kerabat dengan Cangkul, Pria di Ayah Diamankan Polres Kebumen

Berita Terbaru